Sunday, June 11, 2023

Kamu Beauty Enthusiast? Ini 4 Hal Yang Bisa Dicoba Untuk Mendatangkan Cuan

cara beauty enthusiast mendapat penghasilan
Kalau kamu membaca artikel ini, bisa dipastikan kamu Beauty Enthusiast. Yeay, welcome to the gang! Jadi beauty enthusiast menarik banget ya kan? Kecintaan kita pada dunia kecantikan bisa memberikan wawasan bagaimana cara merawat kulit dan merias diri. Nggak jarang coba-coba produk skincare/ makeup ini dan itu jadi kebahagiaan tersediri. Kayaknya bukan nggak jarang, tapi tiap ada flash sale bisa belanja deh. Aku paham hal itu karena aku juga begitu hahaha. Akan tetapi, pernah nggak sih kamu merasa ada di titik hobi ke dunia per-beauty-an ini jadi candu? Sampai pernah terpikir masa sih bisanya menggerogoti kocek aja? Bisa nggak ya memanfaatkan beauty enthusiast untuk jadi sumber penghasilan? Sebenarnya sih pengen jadi pengusaha karena banyak keuntungannya. Keuntungan menjadi pengusaha adalah bisa mendapatkan penghasilan besar dan waktu kerjanya lebih fleksibel. Tapi menjadi pengusaha tidak segampang itu bestie. Pasti banyak yang harus dipikirkan dan perlu modal yang besar juga. Terus kalau nggak ada modal besar bisa nggak ya? Jawabannya, bisa! Aku sudah melewati titik itu. Walaupun nggak punya brand sendiri, bersyukur aku sekarang bisa mendapatkan penghasilan dari hobiku. Jadi walaupun sekarang ini aku pekerja kantoran, aku bisa ada penghasilan tambahan. Setelah berkecimpung di dunia beauty bertahun-tahun, aku merekomendasikan 4 cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan cuan.


1. Blogger
Kalau kamu punya skill dalam menulis, jadi Blogger adalah opsi nomor 1 yang bisa kamu coba untuk mendapatkan uang sebagai Beauty Enthusiast. Banyak brand yang sering menawarkan untuk review berbayar. Untuk menjadi blogger, modal yang terpenting adalah kecintaan terhadap menulis supaya bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas untuk pembaca. Terutama untuk review produk, kamu harus menyampaikan sedetail mungkin performa produk tersebut melalui tulisan. Dan Brand selalu tertarik dengan blog yang bisa mengulas produknya dengan baik. Kalau kualitas tulisan kamu bagus ditambah dengan skill fotografi yang oke, Brand akan tertarik untuk bekerja sama dengan kamu.

Tapi jangan berekspektasi blogger selalu dibayar ya. Walaupun nggak melulu dibayar, endorse juga lumayan loh. Selain mereview produk dengan tujuan edukasi atau sharing info untuk pembaca, kamu bisa sekalian trial and error produk tersebut cocok atau nggak tanpa harus membeli produk sendiri. Produk dari brand bisa jadi stok skincare/ makeup kamu selama beberapa bulan ke depan dan kedepannya bisa dengan yakin purchase produk tersebut karena sudah tahu kualitasnya. Itung-itung saving money juga, ya nggak?


2. Youtuber/ Tiktoker/ Instagrammer
Kamu nggak terlalu suka menulis dan lebih punya ketertarikan di video? Cobalah yang ranahnya di editing video, contohnya Youtuber, Tiktoker, atau Instagrammer. Apalagi konten video lagi ramai-ramainya sekarang. Kamu bisa membuat video review atau tutorial makeup di platform-platform terkait. Panjang pendeknya video tinggal disesuaikan aja. Kalau suka membuat video pendek, bagikan di Instagram atau Tiktok. Kalau suka membuat durasi video yang agak panjang, Youtube bisa jadi sarana untuk kamu.

Kalau aku, selain jadi blogger aku juga suka share kontenku di Instagram atau Tiktok. Selain lebih simpel di tahap editing, aku bukan konten kreator yang ahli di public speaking. Walaupun aku ekstrovert tapi nggak terlalu enjoy ngobrol panjang lebar di depan kamera hehe. Untuk membuat 1 video Youtube juga memerlukan waktu yang nggak sebentar, sedangkan aku seorang pekerja kantoran harus mencari-cari waktu untuk membuat konten di tengah waktu luang. Terkadang sampai nggak bisa Me Time, Family Time atau bahkan nggak tidur sama sekali. Tergantung kenyamanan masing-masing dan pintar-pintar mengelola waktu sih. Kalau pengen memanfaatkan semua platform, go for it! 


3. Affiliate
Affiliate lagi diminati nih sekarang ini karena nggak perlu skill tertentu. Kamu cuma perlu share link produk yang ada di e-commerce dan komisi bisa didapatkan dari orang yang membeli produk yang kamu share. Untuk menjadi affiliate nggak perlu modal besar dan nggak ada kerugian karena kamu hanya menjualkan produk orang lain. Biasanya para konten kreator memanfaatkan program affiliate juga untuk menambah pundi-pundi. Ini bisa memperbanyak orang yang membeli produk karena tertarik dengan konten yang kamu bagikan. Kalau kamu ahli dalam ber-affiliate, keuntungan yang kamu dapat bisa setara gaji sebulan bahkan lebih. Banyak kan kisah-kisah sukses dari konten kreator yang berhasil dari program ini. Coba manfaatkan dengan baik platform-platform yang membuka affiliate. Lumayan hasilnya bisa buat jajan.


4. Buat bisnis kecantikan sendiri
Membuat bisnis kecantikan sendiri adalah level tertinggi dari impian beauty enthusiast. Minim kecil-kecilan dulu boleh lah. Coba bisnis dengan menjual produk-produk kecantikan. Banyak kok temen-temenku yang beauty enthusiast yang punya toko online sendiri. Sekalian berlatih jadi pengusaha. Kalau kamu sudah di tahap “punya modal nih, pengen bikin brand kecantikan sendiri ah, gas”, maka jangan ragu. Kamu sering lihat kan banyak artis dan influencer yang sukses membangun brand kecantikannya sendiri namun pasti nggak mudah. Butuh modal besar, riset dan perencanaan matang supaya bisnisnya berkembang. Resiko kerugian juga selalu menghantui. Tapi berbisnis memang kadang naik turun. Tergantung bagaimana kamu mengelola bisnis sebaik mungkin.



Beauty enthusiast nggak melulu ngabisin duit karena ternyata bisa menghasilkan cuan dan nggak semua orang paham akan itu. Setelah baca artikel ini, kamu pasti langsung tahu nih mau jadi Blogger, Youtuber, Instagrammer, Tiktoker, Affilliater, atau bisnis sekalian. Jadi nggak perlu takut diomelin suami, emak, atau mertua lagi kalau kelihatan lagi berduaan sama produk beauty hehe. Semoga kamu bisa menghasilkan cuan dari hobi sebagai beauty enthusiast ya. Semangat bestie!

Friday, November 11, 2022

Best 6 Silicone Houseware From Newtoprubber

Silicone Houseware You should have
Hello everyone~ Finally back to write again. For those of you who are new readers here, welcome! This time I want to write an article about lifestyle. Lately I'm more concerned about houseware that are BPA free, especially silicone-based. Not without reason, I actually started looking for houseware which were not heavy for travelling, safe for my health and heat-resistant. Then I did some research on the internet and I think these items are a must have for those of you who are looking for houseware with silicon material.


1. Storage Container Lunch Box
Silicone Lunch Box

This silicone lunch box caught my attention the most. I usually bring my lunch from home and need to reheat it at the office. You just need to make sure that the silicon material is BPA free and suitable for microwave ovens, ovens, and refrigerators. So I don’t need to bring many lunch boxes of different materials.


2. Silicone Collapsible Folding Water Bottle
Silicone Bottle The second product that caught my attention is this silicone folding water bottle. I always bring drinking water in my bag and this silicone bottle is a must have. The material is not heavy and can fit in my bag due to its flexibility to bend over.


3. Baby Flog Fruit Feeder Pacifier Silicone Baby Fruit Feeder Pacifier
For moms who are trying to introduce food to babies, I think this feeder pacifier is a very brilliant idea. Moms do not need to feed their babies all the time and can do other activity. The shape of the pacifier allows food to come out slowly as the baby tries to chew.


4. Reusable Breast Milk Storage Bags
Silicone Breast Milk Bags Pouch

For moms who are still breastfeeding, it is very important to have reusable storage bags. This silicone milk storage bag allows mothers to store pumped breastmilk more easily in their bag. Also, there are 2 types of bottle caps. One is regular and the other with a pacifier. So baby can drink directly from the milk storage bags without problem.


5. Baby Rattle Teether Toys
Wholesale Silicone TeetherTeether toys are things you shouldn't miss. That must be BPA-free. The Baby Rattle Teether Toys above in my opinion is interesting because it has bright color that catches baby’s attention. These toys have 3 different teether shape with different textures. So your baby can explore the texture and train their motoric. And you should buy wholesale silicone teethers because I think you will need some backups if the other one is missing.


6. Breast Pump Electric
Silicone breast pump

I recommend an electric silicone breast pump for moms who want to pump breast easily. Because the material is made of silicone, the breasts will still feel comfortable during pumping. I’m not married yet and I don’t have kids, but I think I will need a tool like this in the future.


Anyway, all the silicone items above can be found on the Newtoprubber website.

.

.

.


Buy Silicone Houseware Newtoprubber

 
Newtoprubber has many variations of silicone-based housewares, most are kitchen and baby utensils that are BPA free and heat resistant. The products are not harmful for health. They provide wholesale and can do customized design as well. Interesting right? So, are you willing to use silicone housewares?
 
 

Sunday, August 29, 2021

Tips Mengatur Keuangan Untuk Beauty Enthusiast

Sumber foto : Google

Melihat judul artikel ini, kamu pasti sempat bertanya-tanya. Biasanya yang aku share adalah review produk, sekarang aku share bukan artikel review tapi masih berkaitan dengan dunia kecantikan. Well, as a beauty enthusiast, pernah kan kamu mengalami kesulitan mengatur keuangan untuk beli produk-produk beauty? Namanya juga beauty enthusiast. Sedikit-sedikit kepo produk ini itu dan keinginan pengen beli produk yang diincer besar banget ya nggak? Aku yang sebagai beauty blogger pun nggak luput dari hal itu. Apalagi produk beauty terus bermunculan tiap harinya dan menarik-menarik banget buat dicoba. Alhasil, tabungan sering nggak selamat. Baru gajian langsung ludes buat beli produk beauty inceran. Syukur-syukur kalau suka atau cocok. Kalau nggak? Sia-sia banget dananya padahal bisa dipakai untuk kepentingan lain.

Selama beberapa tahun terakhir aku memang berusaha mengurangi budget belanja produk beauty. Ternyata di saat pandemi seperti sekarang baru terasa kalau kebiasaanku yang belanja skincare, makeup atau body care karena sekedar kepo itu sungguh menguras kantong. Untungnya aku punya tips sendiri untuk mengatur keuangan tanpa mengorbankan kecintaanku terhadap produk beauty. Aku yang sudah bertahun-tahun jadi beauty enthusiast aja baru nemuin tips yang pas untuk mengatur keuangan, gimana yang baru nyemplung? Makanya aku kepikiran untuk bahas tips-tipsnya untuk nyelametin keuangan kamu. Tipsnya antara lain:


1. Tentukan budget untuk belanja produk beauty
Budget adalah faktor utama untuk belanja tapi kadang nggak sinkron sama harga barang yang dipengen. Nggak tanggung-tanggung, sering banget beauty enthusiast ngincer produk branded nan super mahal karena viral atau auto pengen coba karena influencer favorit pakai juga. No no no ini salah besar. Jujur aku pernah ngalamin ini dan menyesal. Budget untuk skincare, makeup dan produk beauty lain harus ditentukan dari awal. Ego dan rasa kepengen harus dikontrol. Jangan lah nekat beli skincare diluar budget karena banyak juga dupe-nya yang harganya lebih terjangkau dan kualitasnya sama bagusnya. Kalau emang pengen banget, boleh nabung selama beberapa bulan. Jangan sampai miskin di awal bulan karena dana kamu habis untuk beli produk beauty.

2. Baca review tentang produk beauty yang kamu incar
Selalu baca review tentang produk yang mau kamu beli. Cari reviewnya selengkap dan sedetail mungkin untuk memastikan ekspektasi kamu. Jadi kamu bakal tahu produk itu worth apa nggak untuk kamu beli. Aku sendiri masih suka baca review temen-temen beauty blogger kalau kepo sama produk beauty tertentu. Dengan begitu kamu nggak akan kecewa kalau produk yang dibeli nggak sesuai dengan ekspektasi.

3. Jangan gampang tergoda flash sale
Beauty enthusiast pasti kelar kalau kena diskon. Ya pasti lah, harga produk jadi turun. Apalagi kalau udah flash sale. Butuh nggak butuh tetep dibeli karena murah sekalian kepoin produknya. Buat aku pribadi, flash sale bisa jadi keberuntungan sekaligus momok buat aku. Poin ini bisa berpengaruh paling fatal di keuanganku. Nggak rencana beli tiba-tiba liat ada sale terus beli. Tabungan langsung kekuras deh. Lebih baik tentukan prioritas produk beauty yang kamu butuhkan, bukan yang kamu pengen. Masukin aja ke cart dulu sambil dilihat lagi selama beberapa minggu/ bulan kedepan. Kamu bener-bener pengen produk itu atau sekedar panic buying aja.

4. Buat rencana pengeluaran
Setelah tentukan produk apa yang mau dibeli, catat harganya dan masukin ke rencana pengeluaran di bulan depan atau bulan berikutnya. Belinya nggak harus sekaligus di bulan itu. Misal rencana beli produk A di bulan September, terus beli produk B di bulan Oktober. Masukkan ke rencana pengeluaran sejak jauh-jauh hari. Kalau pakai cara ini nanti kelihatan over budget belanja apa nggak.

5. Harus punya tabungan
Tabungan ini perannya juga besar loh. Buat aku pribadi, tabungan bisa menekan pengeluaranku untuk belanja produk beauty. Karena pemasukan sudah dipotong keperluan sehari-hari dan alokasi tabungan, jadi mikir-mikir tuh mau kalap belanja apa nggak karena lihat dana jajannya sedikit. Nah tabungan yang terkumpul ini bisa buat kepentingan mendesak atau kalau mendadak pengen beli sesuatu. walaupun nggak banyak, usahakan punya tabungan untuk antisipasi


Ngomong ngomong nih, untuk mengatur keuangan bulanan aku selalu bikin catatan keuangan. Kalau nggak gitu keuanganku bisa amburadul karena aku doyan belanja hahaha. Jadinya uang yang masuk dan keluar selalu aku update setiap harinya. Walaupun basicku bukan anak ekonomi, seenggaknya pembukuan sederhana sangat membantu. Daripada dicatat di buku, sekarang aku lebih suka catat di aplikasi smartphone supaya lebih enak dan bisa diakses kapanpun dimanapun.

Btw nama aplikasi catatan keuangan yang kupakai namanya “Senyumku”. Senyumku adalah aplikasi perbankan digital milik PT. Bank Amar Indonesia atau yang biasa disebut dengan Amar Bank. Buat yang belum tahu, Amar Bank merupakan nama baru dari PT. Anglomas International Bank atau lebih dikenal degan Amin Bank. Didirikan dari tahun 1991, Amar Bank sekarang memiliki 4 jaringan kantor di wilayah Jawa Timur dan DKI Jakarta. Dan saat ini aplikasi Senyumku siap melayani nasabah di seluruh Indonesia dan sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka dari itu aku nyaman mencatat pemasukan dan rencana pengeluaran di aplikasi Senyumku karena punya keamanan data perbankan.

Yang aku suka dari aplikasi Senyumku, catatan keuanganku bisa dibuat rinci dari jenis dan kategori transaksi secara manual maupun otomatis sesuai kebutuhanku. Jadinya catatan keuanganku lebih mudah dibaca dan lebih rapi. Keunggulan lain, aplikasi Senyumku punya fitur Bank Fetching yang bisa mengintegrasikan rekening-rekening bank yang dipunya supaya bisa terbaca saldonya. Jadi lebih mudah cek dana di semua rekening bank dan e-wallet sekaligus bisa berfungsi sebagai e-wallet juga. Terus transfer antar banknya bisa gratis biaya admin. Dan tampilan aplikasinya seperti m-banking tapi fiturnya lebih lengkap. Praktis banget. Semua kegiatan perbankan dikendalikan dalam 1 aplikasi. 

Cara daftar akun di aplikasi Senyumku gampang banget. Syaratnya cuma WNI dan berusia 17-55 tahun. Waktu submit data diminta foto KTP, selfie, and done! Segampang itu. Kalau daftar akun di aplikasi Senyumku secara otomatis akan terdaftar sebagai nasabah PT. Bank Amar Indonesia. Ini biar data pengguna bisa dicatat dan dilindungi akses perbankannya. Selain memanfaatkan fitur catatan keuangan, ada fitur Senyumku-Buka Rekening Online yang bisa dimanfaatkan. Caranya nabungnya kayak top up saldo gitu. Lebih ringkas dan cepat karena prosesnya online. Tabungannya punya keuntungan 5,5% per tahun dan bisa ditarik kapan aja kok. Jadi aku merasa aplikasi Senyumku lebih efisien karena aku bisa kontrol semua catatan pengeluaran sekaligus cek tabunganku sudah terkumpul berapa. Btw, saat ini aplikasi Senyumku bisa didownload secara gratis di Playstore untuk smartphone berbasis Android dan masih belum tersedia untuk iOS. Kita tunggu aja aplikasi Senyumku tersedia di AppStore juga.



Demikian tipsku buat kamu yang beauty enthusiast supaya mudah untuk mengatur keuangan. Belanja produk beauty karena kepo boleh-boleh aja, pokoknya harus bisa mengendalikan keuangan supaya nggak cepet bokek. Semoga artikelku bisa jadi referensi dan bermanfaat ya. Oya, coba dong share komentar cara kamu untuk mengatur keuangan bulanan supaya aku ada referensi juga. Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!


Thursday, February 04, 2021

Rekomendasi Pembicara Seminar Terbaik dan Tips Memilih Influencer

Rekomendasi Pembicara Seminar Terbaik
Sumber Gambar : Simply Academy

Kamu pasti ngerasain di masa pandemi ini hampir seluruh aktivitas yang kita jalani berubah polanya. Terutama kegiatan yang menuntut untuk tatap muka dalam waktu yang lama seperti sekolah, kuliah, seminar, dan lain-lain. Untungnya karena kecanggihan teknologi, semua kegiatan yang dituntut untuk tatap muka sudah ada alternatifnya yaitu dengan Webinar. Ngomong-ngomong soal Webinar, sebenarnya apa sih Webinar itu? Menurut Wikipedia, Webinar adalah istilah yang merujuk pada kegiatan seminar yang dilakukan secara online/ daring menggunakan situs web atau aplikasi tertentu berbasis internet. Dengan adanya webinar, permasalahan event yang harus mengumpulkan orang banyak tanpa harus bertatap muka bisa teratasi dan mencegah resiko penularan virus.

Biasanya nih, yang sering mengadakan webinar adalah instansi atau kampus dengan tema beragam. Ada yang berhubungan dengan mata kuliah, motivasi, bisnis, digital marketing, dan lain-lain. Webinar juga masih memungkinkan kita untuk mengundang pembicara. Tapi nggak semua narasumber bisa diajak untuk bikin webinar kan. Kalau tema webinar kamu tentang bisnis dan digital marketing, aku rekomendasikan beberapa orang yang bisa jadi pembicara seminar bisnis dan digital marketing secara online seperti Jonathanend, Andreas Agung, dan Agnes Friska Cyntia (IG @agnesfcyntia). Yang aku tahu, Agnes saat ini merupakan Co.Founder Visuels.id dan pengalamannya di bidang E-commerce di sebuah startup Powercommerce.Asia sebagai Digital Marketing Manager menjadikannya seorang public speaker. Agnes pernah jadi pembicara seminar di berbagai Universitas ternama di Indonesia seperti di Universitas Indonesia, Telkom University dan diundang oleh berbagai institusi seperti Venidici, Radio Republic Indonesia, dan Motion Radio untuk menjadi pembicara seminar maupun talkshow.


Baca juga:


Btw, ada satu pembahasan dari Visuels yang ngena banget ke kehidupan influencer nih. Pembahasannya menurut segi pandang brand/ agency sih, tapi banyak poin yang aku rasa bisa kita pelajari supaya bisa jadi influencer yang baik.
Cara Memilih Influencer
Sumber Gambar : Freeskout


BEGINI CARANYA PILIH INFLUENCER SESUAI KEBUTUHAN BRAND KAMU

Pernah nggak kamu dengar celotehan dari brand,

“Kita pakai influencer udah habis ratusan juta nih, kok salesnya masih belum ngangkat?”

“Ini yakin influencernya bisa boost salesnya kita?”

“Pakai si X kok interaksinya dikit banget ya? Worth it gak sih?”


Sebenarnya wajar banget kata-kata ini keluar dari pemilik brand ataupun agency. Udah capek-capek bikin brief, keluarin ratusan juta tapi hasilnya nggak sesuai dengan target. Influencer marketing memang saat ini jadi salah satu metode pemasaran yang cukup efektif dipakai oleh berbagai brand. Tapi dalam aplikasinya nggak semudah itu lho untuk pilih influencer yang tepat untuk brand. Apalagi kalau kamu punya usaha dan pengen pakai jasa influencer, baiknya simak tips-tips dari Visuels ini:



1. Tentukan goals yang ingin dicapai dan sesuaikan dengan budget marketing

Kamu mau awareness? Engagement? Atau ke Conversion sales? Atau mau ketiganya? Bisa banget! Yuk simak diagram berikut ini :
Tips Memilih Influencer
Dari diagram diatas keliatan banget kan perbedaannya kalau sebenarnya Macro influencer, micro dan bahkan Nano influencer punya peranan yang beda-beda untuk brand kamu. Kamu bisa combine ketiganya dan menentukan porsi masing-masing sesuai dengan goals yang kamu tetapkan. Mau lebih dominan buat cari conversion sales? Pilihan yang lebih tepat adalah menggunakan micro/nano influencer.

2. Goal nya udah dapet nih, terus gimana cara pilih influencernya?

Pertama-tama, kamu tulis aja sebanyak-banyaknya influencer yang menurut kamu cocok untuk merepresentasikan brand kamu. Lalu sesuaikan influencer yang kamu mau dengan poin-poin ini:
  1. Biasanya influencer ini review produk apa aja sih?
  2. Sudah pernah kerja sama dengan brand mana saja?
  3. Kamu mau hard selling? Atau soft selling? Liat feeds nya pelan-pelan ya, karena gaya masing-masing influencer beda-beda.
  4. Target market kamu siapa nih? Premium brand atau mass product?
  5. Kamu boleh cek juga kompetitor brandmu, apakah pernah menggunakan influencer yang ingin kamu pakai? Poin ini opsi saja ya, beberapa brand khususnya kosmetik biasanya menggunakan beberapa influencer yang sama dengan kompetitornya untuk mempromosikan produk mereka. Kamu bisa menggunakan opsi ini sebagai bahan pertimbanganmu.
3. Udah dapet nih list influencernya, tapi seberapa besar sih dia punya pengaruh ke audiencenya?

Jangan khawatir, beberapa tools gratis seperti Phlanx, Kicksta, dan Tanke bisa kasih tau kamu seberapa berpengaruhnya influencer yang kamu pilih terhadap audiencenya. Cek aja engagement influencer di website- website tersebut.

4. Buat brief yang sesuai dengan kebutuhan brandmu.

Kamu bisa pakai hari-hari besar tertentu untuk membuat campaign atau bisa juga menciptakan campaignmu sendiri. Persiapkan campaignmu dari jauh-jauh hari berdasarkan goals yang ingin kamu capai. Siapkan brief sejelas mungkin baik dari waktu posting sampai kriteria konten yang diinginkan supaya konten yang dibuat influencer sesuai dengan targetmu.


Masih bingung pilih influencernya? Ini beberapa rekomendasi influencer di Indonesia dengan harga yang terjangkau tapi “nampol” banget untuk bantu campaign brand kamu karena engagementnya yang besar, contohnya Stevie Wong (@Steviewong), Agnes Friska Cyntia (@agnesfcyntia), Sarah Azka (@SarahAzka), Jovi Adhiguna (@JoviAdhiguna), dan Gustry Dayanti Situmorang (@gusstmrg).



Dari pembahasan Visuels diatas, kelihatan kan kalau brand nggak boleh asal pilih. Banyak pertimbangan yang dilakukan brand untuk mengajak kerjasama influencer. Untuk para influencer, kalau kamu merasa nggak ada brand yang mengajak kerja sama atau penasaran apa yang ditargetkan brand ketika menawarkan kerja sama, ambillah pelajaran dari pembahasan diatas. Selain jadi info untuk brand tentang cara memilih influencer, kita sebagai influencer pun juga jadi tahu apa yang harus dilakukan supaya memenuhi ekspektasi brand demi kerja sama yang baik kedepannya. Kalau mau tahu tips-tips digital marketing lain untuk brand dan influencer, visit aja ke Instagram Visuels.id . Disana banyak ilmu dan tips yang bisa membantu kita untuk lebih berkembang. Semoga pembahasan ini bermanfaat ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Wednesday, January 27, 2021

Ingin Menjadi Digital Nomad ala Kristen Gray? Pahami 4 Tips Ini

Sumber gambar : BBC

Hai semuanya~ Di blog post kali ini aku mau bahas diluar konten beauty. Bukan bahas hal random sih, tapi hal ini menarik perhatianku akhir-akhir ini dan behubungan dengan profesiku sebagai blogger. Makanya aku pengen share di blog post ini. Tahu berita viral tentang Kristen Gray kan? Mengesampingkan kasus yang menyeretnya, sebenernya profesinya sebagai digital nomad ini menarik dan nggak banyak orang yang tahu bagaimana rutinitasnya.Digital nomad adalah istilah untuk menyebut seseorang yang bekerja tanpa terikat waktu dan tempat. Istilah “nomad” berasal dari kata nomaden yang artinya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jadi orang yang profesinya sebagai digital nomad bisa melakukan pekerjaannya dimana pun dan kapan pun. 

Sebenernya profesi digital nomad ini ada banyak jenisnya dan banyak di masyarakat. Profesi yang dikategorikan sebagai digital nomad antara lain creative agency, Social Media Marketer, graphic designer, content creator mencakup blogger, influencer, youtuber, content writer, digital analyst, digital marketer, website developer dan masih banyak lagi. Apalagi tahun 2021 ini perkembangan dunia digitalnya makin pesat sehingga banyak mendorong orang untuk terjun ke profesi digital nomad ini. Kalau kamu ingin berprofesi sebagai digital nomad, perhatikan dulu 4 tips berikut: 


1. Temukan alasan kuat untuk menjadi digital nomad 

Disamping segala keuntungannya yang bisa bekerja di tempat dan waktu yang lebih fleksibel, banyak hal-hal yang sebenernya patut dipikirkan 2x sebelum terjun menjadi digital nomad. Salah satu hal yang paling ketara adalah lingkungan kerja menjadi individual. Otomatis ketika ada kesulitan dalam pekerjaan kamu akan kesulitan bertanya atau berkonsultasi secara langsung. Selain itu internet harus selalu tersedia, komunikasi lebih sulit karena jarak yang jauh, produktivitas jam kerja menjadi nggak teratur, dan penghasilan yang didapat belum tentu sebesar/ setara dengan kerja kantoran karena tergantung jumlah project yang masuk. Kalau sudah memahami keuntungan dan konsekuensinya, profesi sebagai digital nomad nggak akan terasa berat untuk dilakukan. 


2. Menentukan skill yang menonjol 

Skill adalah salah satu hal penting ketika ingin terjun menjadi digital nomad. Contohnya aku yang punya skill menulis, fotografi dan videografi. Aku memanfaatkan skillku dengan memilih menjadi blogger dan influencer. Sekarang ini juga sudah banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan yang menawarkan sistem kerja remote seperti website designer, digital marketing, data analyst dan sebagainya. Sesuaikan saja antara minat dan skill yang kamu punya. Akan jadi nilai plus kalau kamu punya pengalaman kerja atau latar pendidikan yang berhubungan. 


3. Mengatur produktivitas jam kerja 

Karena jam kerja fleksibel, banyak dari digital nomad yang punya masalah terkait menata waktu untuk bekerja. Pekerjaan bisa dikerjakan pagi, siang, malam, atau malah waktu subuh. Kesannya seperti nggak kenal waktu. Maunya produktif, malah progress pekerjaan bisa jadi terhambat. Walaupun waktunya fleksibel, akan lebih baik jika nggak mengorbankan waktu untuk keluarga terutama waktu istirahat. 


4. Jangan pedulikan komentar negatif orang lain 

Hal ini sebenarnya klise tapi yang paling berpotensi menghancurkan mental para digital nomad. Karena kerjanya fleksibel, sering kali orang lain berpendapat digital nomad nggak ada bedanya dengan pengangguran karena nggak pernah kelihatan kapan berangkat kerjanya. Tiba-tiba aja kamu bisa beli mobil atau rumah. Jangan malu dengan omongan tetangga ya, selama pekerjaan yang kamu lakukan memberikan penghasilan. 


5. Gabung di perusahaan berbasis teknologi 

Kalau kamu tertarik jadi seorang Digital Nomad juga kamu bisa gabung di perusahaan berbasis teknologi seperti di Visuels yang memungkinkan kamu kerja secara remote dimanapun dan kapanpun selama kamu terhubung dengan koneksi Internet. Visuels.id sebagai salah satu creative agency ternama di Indonesia menawarkan gaya hidup ala digital nomad. 



Menjadi digital nomad memang banyak keuntungan dan tantangannya. Aku yang terjun sebagai blogger sejak beberapa tahun terakhir nggak jarang mengalami kendala. Entah itu dari segi teknis maupun dari segi pengoptimasian konten. Kalau kamu mengalami kendala serupa, aku banyak mendapat ilmu dari salah satu creative agency terbaik di Indonesia yaitu Visuels. Visuels memberikan banyak tips tentang mengoptimasi konten digital, branding dan ilmu-ilmu untuk menjadi content creator di akun Instagram @Visuels.id. 

Aku harap dengan blog post-ku kali ini bisa memberi sedikit pencerahan untuk kamu yang ingin menjadi digital nomad supaya tidak ujug-ujug dan salah langkah. Kalau kamu yakin ingin menjadi digital nomad, semoga sukses dan terus semangat ya. Semoga blog post ini bermanfaat. Sampai jumpa di blog post selanjutnya! 



Tuesday, November 03, 2020

Tips Memulai Blogging Di Tahun 2020

Tips Memulai Blogging
Sumber Foto : Lifewire 

Di era serba digital saat ini menjadikan masyarakat sangat terbiasa berinteraksi dengan internet. Untuk komunikasi sehari-hari, belanja, bekerja, belajar dan aktivitas lainnya semuanya sudah menggunakan platform digital. Penggunaan platform digital yang makin meluas memberikan peluang untuk generasi muda untuk berkembang terutama di tahun 2020 ini. Entah sekedar menyalurkan hobi, sharing, mengasah bakat, dan lain-lain. Terlebih di masa pandemi sekarang, banyak yang kemudian memilih untuk menjadi content creator. Walaupun jika dilihat banyak sekali yang membuat konten video, tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak juga yang memilih untuk membagikan konten berupa artikel lewat blog. Keingintahuan masyarakat tentang topik tertentu dan banyaknya informasi yang didapatkan dari sebuah artikel membuat blog masih digemari. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia blogger, aku merasakan banyak manfaat dari blogging seperti bisa mengembangkan skill, menambah wawasan, mendapatkan teman baru, dan bisa dijadikan side-job. Jadi saat pandemi datang, blogging yang awalnya cuma hobi sekarang bisa mendatangkan rejeki. Jika kamu terinspirasi ingin memulai blogging 2020, berikut ini aku sampaikan beberapa tipsnya: 


1. Tentukan topik/ niche blog. 
Poin ini sebenarnya simpel tapi cukup penting dalam blog karena berpengaruh ke minat membaca pengunjung blog. Sebelum memulai blog, lebih baik tentukan 1 niche supaya pembahasan artikel blog lebih fokus. Jika ingin lebih dari 1 niche, usahakan pilih yang berhubungan dengan niche utama. Misalnya blog bertema beauty masih bisa membahas tentang fashion dan lifestyle. Silahkan saja pakai niche beragam kalau memang kamu ingin, tapi pastikan artikelnya informatif supaya pembaca tertarik untuk kembali ke blog kamu. 

2. Jangan copy paste. Original is a must! 
Masalah copy paste sangat klise dan masih sering ditemui di dunia content creator. Selain tidak baik dalam pengindeksan Google, artikel yang copy paste akan menjatuhkan kredibilitas blog itu sendiri sehingga blog akan kehilangan kepercayaan pembaca. Jika artikel dibuat dengan tulisan yang original dan informatif, pembaca akan berpikir artikel kamu bermanfaat lebih dan berpeluang membuat blog kamu dikunjungi berulang-ulang. Originalitas bisa didapatkan dari berbagai macam aspek, seperti gaya menulis, poin-poin yang dibahas, gaya pengambilan foto pendukung, dan lain-lain. 

3. Gunakan properti yang kamu punya. 
Blogger harus punya peralatan mahal supaya blognya oke? Tidak juga. Kamu bisa memulai menjadi blogger dengan alat yang sudah kamu punya. Bisa dengan laptop atau smartphone yang biasa kamu gunakan. Tidak perlu peralatan mewah karena yang penting adalah cara penyampaian artikel dan foto pendukungnya jelas. Jadi jangan tergantung peralatan, mulai aja blogging dulu supaya tahu bagian mana yang perlu improvement. 

4. Konsisten dan sabar. 
Konsisten dan sabar merupakan hal yang paling sering dilupakan blogger saat baru memulai blogging. Kalau blog tidak konsisten update, pembaca jadi jarang mampir ke blog kamu karena tidak ada informasi baru yang bisa didapat. Aku sering menemukan blog yang tidak konsisten karena bloggernya kehilangan minat menulis, tidak tahu apa yang harus di-share, atau juga tidak sesuai dari target yang diinginkan di awal misalnya ingin dapat endorsement dan lain-lain. Blogging butuh proses dan waktunya tidak sebentar, terutama untuk kamu menginginkan mendapatkan penghasilan dari sana. Kalau kamu konsisten dan sabar, siapa tahu ada brand yang tertarik untuk mengajak kerja sama. 

5. Siapkan kuota internet sesuai dengan kebutuhan. 
Untuk dapat mengakses blog tentunya kamu butuh internet. Dibandingkan menggunakan Wifi publik, aku lebih nyaman memakai koneksi internet pribadi karena bisa diakses kapanpun dan dimanapun aku butuh. Selain untuk penggunaan aplikasi smartphone harian, aku juga memanfaatkan kuota internet smartphone untuk hotspot wifi ke laptop karena bagiku lebih mudah menavigasikan blog lewat laptop dibandingkan lewat smartphone. Apapun aktivitasmu yang memerlukan internet, gunakan paket internet dengan jumlah kuota dan budget yang sesuai dengan kebutuhan kamu. 


Internet bagi content creator sudah seperti kebutuhan primer. Tidak ada internet seperti tidak bernafas. Maka dari itu pemilihan provider dengan koneksi kuat dan kuota internet melimpah jadi sangat penting mengingat untuk menulis di blog bisa memakan waktu berjam-jam. Untuk menunjang aktivitas blogging, saat ini aku menggunakan provider 3 Indonesia. Sejak perubahan jaringan dari 3G menjadi 4G beberapa waktu lalu, aku merasa koneksinya makin stabil dan kencang karena 3 Indonesia sudah mendukung jaringan 4.5G Pro yang lebih luas dan kuat menjangkau kota-kota di Indonesia. Apalagi sekarang 3 Indonesia jadi lebih dengan menghadirkan Dunia Tri yaitu sebuah ekosistem lengkap yang membawa rangkaian produk terpadu untuk memenuhi kebutuhan digital lifestyle anak muda.

Dunia Tri

Paket Internet Tri
Sumber Foto : Bima+ 

Saat ini 3 Indonesia mempunyai beragam produk dengan kuota yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan harga terjangkau. Semua paket internet yang mendukung aktivitas digital anak muda bisa ditemukan di Dunia Tri seperti kuota unlimited, kuota besar yang aktif selamanya (Always On), kuota data games online, streaming film dan masih banyak lagi. Untuk memudahkan pembelian paket internet, mengecek kuota dan pulsa, pengguna smartphone bisa mengakses aplikasi Bima+ yang bisa diunduh gratis di platform Android maupun iOS. Di Bima+ aku bisa mengontrol penggunaan internet untuk kebutuhan harian mengakses aplikasi smartphone sekaligus untuk keperluan blogging. 


Banyak hal yang harus diperhatikan ketika ingin beraktivitas sebagai blogger, namun bukan berarti hal itu membuat kamu jadi menunda-nunda untuk memulai blogging. Seperti yang aku bilang sebelumnya, tetapkan niat dan lakukan saja dulu karena hal-hal lain bisa disesuaikan kemudian. Apalagi ada 3 Indonesia yang mendukung blogging dan aktivitas digital lainnya. Semoga artikel ini memberikan wawasan tentang tips memulai blogging dan menginspirasi kamu ya. Tinggalkan dunia lama, ayo gabung dengan Dunia Tri dan selamat blogging! 

Saturday, April 25, 2020

Blog 101 - Apa Yang Brand Harapkan Saat Mengajak Blogger Bekerja Sama? (Ngopi Cantik BEAUTIESQUAD)

Cara blogger bisa diajak kerja sama Brand
Hai hai~~ Biasanya aku buat review, kali ini aku mau membahas tentang topik yang sering banget di-kepo-in para blogger terutama beauty blogger. Kalau kamu juga berprofesi sebagai beauty blogger terutama yang sudah pernah mendapat project review dari brand, pernah nggak sih bertanya-tanya “kok dia dapet paid review? Kok aku enggak?” atau waktu ditanya temen “loh kamu kok dapet paid projectnya brand A? kok bisa?”. Pertanyaan ini juga udah lama ada di otakku. Pertanyaanku terjawab setelah aku join Ngopi Cantik BEAUTIESQUAD “What Does Beauty Brand Expect When Hiring A Blogger” dengan Erny Kurnia. Erny ini blogger dari blog Erny's Journal yang niche-nya lifestyle dan beauty. Dia juga teman beauty blogger-ku yang sudah lama kukenal. Sekarang Erny bekerja sebagai manager dari sebuah beauty brand di Indonesia. Berdasarkan pengalamannya meng-handle brand beauty, di kesempatan Ngopi Cantik Beautiesquad Erny berbagi informasi tentang apa yang sebenarnya brand harapkan dari mengajak blogger bekerja sama. Karena topiknya sangat penting untuk blogger terutama beauty blogger supaya tahu bagaimana bekerja sama dengan brand kedepannya, di artikel ini aku akan share poin-poin yang di-share Erny di Ngopi Cantik Beautiesquad kemarin. Blog post ini bakal panjang banget, please enjoy yah!

Cara blogger bisa diajak kerja sama Brand

Dari Ngopi Cantik Beautiesquad, Erny menyampaikan beberapa poin yang aku rangkum sebagai berikut: 



"Apa tujuan brand mengajak kerja sama Blogger?"

1. Meningkatkan backlink ke official website brand. 
Kalau produk suatu brand direview oleh blogger, biasanya orang jadi penasaran dan yang perlu dikunjungi adalah website brand karena deskripsi produk, warna, dan harga produk bisa dilihat disana. Ini bisa meningkatkan brand value dalam jangka panjang karena pengaruhnya ke ke DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority) website brand. 

2. Meningkatkan SEO brand di mesin pencari Google. 
Selain backlink, DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority) juga berkaitan dengan SEO. DA dan PA ini merupakan penanda seberapa berkualitas website atau blog. Semakin bagus SEO-nya, semakin bagus juga kemampuan website terindeks oleh Google. 

3. Meningkatkan awareness tentang brand dan produk yang sedang dipromosikan.
Ketika produk suatu brand yang direview, secara otomatis calon konsumen yang membaca review produk tersebut akan mengenal brand dan tertarik untuk melihat-lihat koleksi produk lainnya. 

4. Memberikan banyak opsi review ke calon customer. 
Ketika review dibuat oleh banyak blogger, hasil review yang didapatkan pembaca bisa beragam. Karena jenis kulit dan orang berbeda, performa produk juga bisa berbeda. Contohnya kayak jenis kulitku yang kombinasi sensitif belum tentu hasilnya sama dengan review blogger lain yang kulitnya oily ataupun dry. Semakin banyak opsi review, pembaca jadi bisa mengira-ngira produk itu akan cocok di kulitnya atau nggak. 



"Sekarang kan tren-nya Instagram dan Youtube, apa masih ada kemungkinan brand mengajak blogger bekerja sama?" 

Ngaku deh, kalau kamu seorang blogger pasti terpikir dengan hal ini kan? Erny sebagai orang yang bekerja di brand berkomentar kalau blogger tetap dibutuhkan. Beda platform tujuan dan potensial customernya juga beda. Kembali lagi ke brand tersebut menginginkan target marketing seperti apa. Kalau buat aku pribadi, blog punya poin plus sendiri karena kita bisa membaca review lebih detail dan nggak memakan kuota sebanyak buka Instagram atau Youtube. 



"Apa saja kriteria blogger yang akan dipilih untuk bekerja sama oleh brand?"

1. Blogger harus punya platform TLD (Top Level Domain) dengan DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority) yang baik.
Blog ber-platform TLD adalah blog yang linknya berakhiran .com , .co.id , .net , .org dan dll. Sedangkan blog non-TLD adalah blog yang linknya punya embel-embel seperti blogspot.com , wordpress.com , dll. Kenapa sih blog TLD penting banget buat brand? Tujuan utama brand adalah meningkatkan SEO website brand kan. Kalau blognya non-TLD dan DA/PA-nya rendah, kemampuan terindeks Google nggak bisa sebagus blog yang sudah TLD dan DA/PA tinggi. Blog sengan standar DA/PA minimal 12/20 yang biasanya dicari. Maka dari itu, kalau kamu pengen membuat blogmu lebih profesional di mata pembaca dan brand, ada baiknya beli domain TLD. Tempat untuk membeli domain yang murah sudah banyak. Biaya pendaftaran dan maintainnya juga relatif terjangkau. Kamu bisa search. Aku yakin kamu banyak menemukan artikel tentang ini dimana tempat membeli domain yang oke di Google. 

2. Blogger mempunyai personal branding yang kuat.
Pembaca biasanya akan lebih sering mengunjungi blog yang punya personal branding. Jadi personal branding itu apa sih? Personal branding adalah kualitas yang ditunjukkan. Menurutku ini pemahamannya luas banget. Bisa jadi ciri khas, gaya penulisan, pokoknya apa yang membuat kamu menonjol sebagai blogger. Ada baiknya personal branding antara blog dan sosial media selaras karena 2 media ini saling mendukung satu sama lain. Nah berdasarkan pengalaman Erny meng-handle brand beauty, brand selalu mengutamakan keamanan produk dan ingin mengedukasi calon customer. Maka dari itu, blogger yang diajak kerja sama adalah yang HARUS nggak pernah mereview produk abal-abal/ KW. Nggak terbatas di produk beauty aja, tapi juga apapun yang ditampilkan di blog atau sosial medianya seperti produk fashion, sepatu, dll. Menurutku poin ini penting banget untuk blogger karena citra blog/ sosial media yang mereview barang KW bisa dibilang sudah nggak kredibel lagi. 

3. Blogger yang dipilih harus cantik dan putih, ya nggak dong!
Kulit orang Indonesia warnanya beragam kan ya. Warna kulit nggak bisa dijadikan patokan. Menurut Erny, tiap brand punya spesifikasi sendiri. Namun biasanya kriteria utamanya adalah blogger harus bisa sharing knowledge dengan jelas ke pembaca tentang produk yang dipromosikan, apapun warna kulitnya. 

4. Blogger harus menyertakan visual yang representatif dan berkualitas baik sebagai pendukung tulisan.
Selain foto, tema blog sangat diperhatikan oleh brand. Kalau aku pribadi sebagai pembaca, aku suka mengunjungi blog yang fotonya jelas, tema blognya simpel, clear, nggak banyak embel-embel dan tulisannya nyaman dibaca. Tema blog juga bisa mencerminkan karakter pemilik blog. Bisa berpengaruh ke personal branding juga. 

5. Blogger yang diajak kerja sama harus kuat di sosial media dan punya follower besar, belum tentu!
Menurut Erny, sosial media milik blogger harus kuat secara branding namun nggak harus selebgram. Ini tergantung goals dari brand-nya. Kalau brand spesifikasinya pengen level makro mungkin selebgram dengan follower tinggi dibutuhkan. Tapi nggak semua brand memilih yang followernya banyak untuk diajak kerja sama. Blogger dengan follower sedikit pun berpeluang diajak kerja sama asal punya personal branding dan kontennya baik. Keaktifan di sosial media juga bisa membuat brand memperhatikan kamu dan berpeluang buat dilirik. Jadi nggak usah sampai dibelain beli likes atau follower ya. Useless. Brand lebih fokus ke hasil konten. Erny juga menambahkan kalau POD itu ternyata nggak bagus untuk performa sosial media loh. Brand lebih suka dengan engagement yang natural dan real. 



"Sebenarnya apa yang brand harapkan dari blogger yang diajak bekerja sama sehingga terbuka kemungkinan bekerja sama kembali?"

Blogger bisa menyampaikan informasi terkait produk yang direview dengan penulisan yang jelas.
Review harus ditulis dengan cara penulisan yang jelas mulai dari deskripsi produk, ingredients, feel saat digunakan, hingga kelebihan dan kekurangannya. Jangan berbelit-belit padahal intinya 1 kalimat dipanjangin jadi 1 paragraf akhirnya membuat pembaca bingung. Penggunaan tanda baca juga penting. Biasanya brand akan membantu blogger dalam tata cara penulisan review dengan memberikan brief/ guideline. Meskipun ada brief, usahakan selalu membuat honest review. Terkadang ada brand yang nggak mau disebutkan kekurangan produknya, namun ada juga yang membebaskan blogger berpendapat seperti apa. Walaupun nggak semua brand ingin produknya yang direview dibahas kekurangannya secara gamblang, seenggaknya kasih penjelasan kenapa kamu kurang puas dengan produk tersebut. Nah ini sering jadi perhatianku sebagai penulis dan pembaca. Sering banget aku menemukan review dengan tulisan “aku nggak suka produknya” atau “teksturnya jelek” tiba-tiba the end. Singkat, padat, tapi nggak jelas. Menurutku ini nggak informatif. Minimal kasih informasi apa yang membuat produk tersebut kurang puas bagi kamu. Ada baiknya pemilihan kata-katanya juga nggak kasar, misalnya “Menurut aku produk ini kurang sesuai buat aku karena A, B, C”. Pakai bahasa yang sopan, nggak men-judge dan netral akan lebih dihargai pembaca dan brand. Toh pengalaman yang kamu dapat dengan produk itu belum tentu sama di orang lain. Personal branding-mu juga nggak akan jatuh karena sepotong kalimat. 

Blogger memberikan kualitas foto yang baik.
Foto bisa diambil dari kamera atau handphone asal dengan kualitas yang baik, representatif, dan nggak buram, terutama untuk review berbayar. Misalnya mereview lipstick lebih baik disertai foto swatch di bibir karena tujuan lipstick dibuat kan untuk bibir bukan untuk tangan. Kalau kamu beli lipstick karena tertarik sama warna swatch tangan ternyata di bibir warnanya nggak sesuai ekspektasi, terus kamu nggak puas gitu gimana rasanya? Aku pernah kesel gara-gara salah beli shade lipstick karena berpatok ke review lipstick yang cuma swatch di tangan. Ini juga merupakan tanggung jawab blogger untuk memberikan informasi tentang produk sejelas mungkin ke pembaca baik berupa tulisan maupun visual. 

Terjalin simbiosis mutualisme antara brand dan blogger
Brand butuh direview produknya dan blogger butuh konten untuk dipublish. Karena sama-sama punya kepentingan, diharapkan brand dan blogger bisa bekerja secara profesional. Ikuti brief yang diberikan brand dengan baik. Kalau brand puas dengan review kita, siapa tahu brand akan mengajak bekerja sama lagi kedepannya, ya nggak? 

Bisa menjalin hubungan profesional antara brand dan blogger.
Bersikap profesional penting banget karena menyangkut image blogger di mata brand. Jangan sampai ada salah paham. Jika mengalami suatu hal yang berpotensi membuat kamu atau brand nggak senang misalnya produknya menimbulkan masalah di kulit kamu atau fee-nya nggak sesuai bisa dikomunikasikan baik-baik lewat e-mail atau chat pribadi. Aku pernah menemukan kasus blogger/ influencer yang dengan sengaja menulis hate speech tentang brand di sosial media atau dengan sengaja memprovokasi brand di grup project yang berisi banyak blogger/ influencer lain. Ini sangat nggak etis di mata brand. Selain dianggap nggak profesional, ini bisa berimbas ke pencemaran nama baik atau kamu bisa dijadikan black list brand. Kalau sudah jadi black list efeknya nggak main-main. Brand pasti punya channel yang luas ke brand-brand lain begitupun blogger. Blogger di Indonesia kebanyakan saling mengenal walaupun beda daerah. Salah-salah bisa berimbas nama baik kamu tercoreng dan susah dapat project. Ini berlaku juga untuk mem-preloved PR gift. Memang itu hak blogger sih kalau mau preloved, kecuali brand-nya yang nggak memperbolehkan PR guft-nya di-preloved atau giveaway. Tapi nggak etis juga kan kalau setelah selesai direview langsung di-preloved. Reviewnya bilang cocok masa langsung dijual? Minim tunggu 3 bulan supaya pembaca nggak rancu dengan review produk yang kamu buat. Kecuali kamu punya produk double sih sah-sah aja mau dijual hehe. 

Membantu brand meningkatkan brand value dan branding position.
Branding position ini berkaitan erat dengan personal branding blogger. Kalau kita selalu mereview produk yang aman, original dan membuat review yang baik, citra brand yang bekerja sama dengan kita juga ikut baik. Kalau brand mengajak blogger yang suka mereview produk KW atau asal-asalan, secara tidak langsung brand tersebut citranya juga akan tercoreng. 



"Lalu, bagaimana brand menilai rate card blogger?"

Menurut Erny, rate card ini sendiri nggak ada standarnya. Rate card blogger nggak bisa dibilang kemahalan atau kemurahan karena brand punya standar masing-masing. Rate card yang ideal dengan standar brand lah yang diajak kerja sama. Biasanya hal yang dinilai brand terhadap rate card adalah dari personal branding, performa blog/ channelnya, kualitas konten (meliputi cara penulisan dan visual), dan seberapa banyak detail brief yang dibuat brand. Brand mengharapkan hasil review blogger sesuai dengan fee yang dibayarkan. Kalau ada paid review dengan brief rumit, blogger yang dibayar harus bisa memenuhi. Dan kalau brand nggak mau bayar alias cuma kasih produk ya logikanya brand nggak bisa banyak mau juga. 





Itu dia hasil rangkuman Ngopi Cantik Beautiesquad with Erny. Menurut kamu gimana penjelasannya? Sudah menjawab pertanyaan kamu belum? Dari informasi yang Erny kasih sebagai orang yang bekerja di brand beauty, kita jadi tahu apa sebenarnya yang diharapkan brand saat mengajak blogger untuk bekerja sama. Kalau seperti ini, blogger bisa dianggap profesi karena melibatkan sikap profesional di dalamnya. Tanggung jawab ke brand dan pembaca juga besar. Setelah membaca Blog 101 “What Does Beauty Brand Expect When Hiring A Blogger” Ngopi Cantik BEAUTIESQUAD with Erny Kurnia, aku harap kamu yang membacanya bisa menemukan titik terang dan mendapat petunjuk bagaimana cara blogger bisa diajak bekerja sama oleh brand sekaligus meningkatkan performa blog kamu. Semoga artikelnya bermanfaat ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. ^^


Tuesday, April 17, 2018

Pentingnya Portfolio Makeup Bagi MUA, Cetak Foto Favorit Kamu Di IDPHOTOBOOK

Portfolio MUA
Halo temen-temen! Kalian yang baca artikel ini pasti berpikir mau jadi Make Up Artist (MUA) atau bahkan sudah merintis karir menjadi MUA. Aku yakin kalian yang bisa makeup, termasuk Beauty Blogger atau Beauty Vlogger pasti ada keinginan kesana. Memanfaatkan skill yang dipunya sebagai karir. Semakin berkembangnya dunia kecantikan di tanah air, memotivasi kita yang sekedar “suka makeup” membawa hobby menjadi sesuatu yang bisa jadi kekuatan finansial. Nggak terkecuali aku. Aku pun pengen jadi MUA. Pengen banget dan memang ada pikiran kesana. Menurutku, untuk menjadi seorang MUA persiapannya harus direncanakan matang-matang agar selalu siap jika ada kemungkinan A sampai Z dalam prosesnya.

Selain skill, hal yang perlu diperhatikan dalam merintis karir menjadi MUA salah satunya adalah portfolio. Calon klien pasti pengen tahu karya-karya yang sudah pernah dibuat oleh si MUA. Hasil makeupnya seperti apa dan style makeupnya cocok atau nggak dengan selera si klien. Dan Portfolio sangat memudahkan calon klien untuk melihat hasil karya kita. Karena aku pernah kejadian asal pilih MUA pas wisuda dan makeupnya jauh dibawah ekspektasi karena nggak ada portfolionya. Aku yang harusnya happy di hari pentingku malah jadi dongkol gara-gara makeup yang nggak sesuai harapan. That’s why, bagiku portfolio sangat penting. Banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan foto hasil karya untuk portfolio, salah satunya adalah media sosial Instagram. Disana kalian bisa melihat hasil makeup beserta contact person si MUA. 

Namanya foto digital, kemungkinan foto terhapus atau hilang nggak bisa dihindari. Bisa aja kejadian fotonya terselip di-folder computer, atau yang sudah dipublished di sosmed terhapus karena suatu kondisi. Maka dari itu, ada baiknya kalau foto-foto portfolio dicetak dalam bentuk fisik. Portfolio dalam bentuk buku membantu untuk “mengabadikan” hasil karya. Pasti ada lah kemungkinan dimana kondisi sang calon klien sudah datang mau pakai jasa kita padahal dia belum lihat/ nggak bisa lihat portfolio yang sudah disediakan di sosial media. Daripada bilang lihat portfolio di Instagram dan buang-buang waktu, nyodorin portfolio lebih kelihatan professional. Seperti pengalamanku tadi, daripada nanti udah dirias si klien nggak puas, mending kita kasih gambaran dulu makeup seperti apa yang mau diaplikasikan kan?

Memang aku belum merintis karir sebagai MUA, tapi sering juga aku pengen mengabadikan makeup yang sudah aku buat diwajah sendiri dalam bentuk buku portfolio. Jujur sering terlintas dipikiranku “Loh Dis, portfolio kok fotonya wajahmu semua? Portfolio kan harusnya wajah klien yang dipampang?”. Selain jadi “penghargaan” bagi diri sendiri, pasti nantinya bermanfaat kalau beneran jadi MUA. Siapa tahu nantinya ada yang pengen dimakeup seperti makeup yang pernah kubuat diwajahku. Who knows. Akhirnya aku memutuskan untuk buat portfolio dalam bentuk buku di ID Photobook dan diartikel ini aku juga share kenapa ID Photobook jadi rekomendasi tempat cetak foto yang oke.

Cetak Foto Dari HP

ID Photobook adalah website yang menerima jasa cetak album foto dalam bentuk buku. Foto yang dicetak format desain kayak majalah, bukan album foto tempel lagi. Selain lebih awet, penampilan fotonya juga lebih menarik. ID Photobook menyediakan beberapa format ukuran buku, desain buku dan tema template foto yang bisa dipilih sesuai selera. 


Cetak Foto ID Photobook
Proses order untuk cetak foto di IDPHOTOBOOK nggak sulit kok. Pertama-tama buat akun dulu, bisa sign in pakai E-mail atau Facebook. Kemudian pilih paket photobook sesuai dengan keinginan. Setelah itu isi alamat lengkap dan lakukan pembayaran. Setelah pembayarannya dikonfirmasi, tahap selanjutnya adalah pemilihan tema photobook, pengisian judul dan upload foto-foto yang ingin dicetak sesuai jumlah foto yang dibutuhkan. Informasi lebih lengkap dan tutorial order bisa dilihat di website ID Photobook. Oya, foto-fotonya akan dicetak dengan urutan random karena disesuaikan dengan desain templatenya ya temen-temen, jadi kalian nggak perlu repot-repot urutin fotonya. Kalau kalian mau cetaknya urut kategori atau kriteria lain, bisa hubungi Customer Service ID Photobook lewat chat di website atau email.

Cetak Foto ID Photobook
Cetak Foto ID Photobook
Cetak Foto ID Photobook
Proses printing dan pengirimannya cepat. Kira-kira nggak sampai 7 hari sejak order photobook-nya udah kuterima. Photobook-nya dikemas dalam kotak yang tebal dan cukup keras. Nggak perlu khawatir photobooknya rusak dijalan. 

Photobook yang aku punya ini adalah tipe Quinn Series dengan tema Simple Elegant. Kemasan Photobook berkualitas banget. Potongannya rapi dan nggak ada cacat sama sekali. Desain template fotonya aku suka, simpel dan artistik. Warna printing fotonya juga sangat akurat. Bahkan foto yang kuambil dari HP pun dicetak dengan kualitas baik. Waktu order aku dikasih anjuran untuk pilih foto minimal 500 pixel supaya fotonya nggak pecah. Bener aja pas lihat hasilnya, cetak foto dari HP aja nggak pecah atau ngeblur, apalagi yang dari kamera DSLR. 



Sekarang kalian tahu kenapa ID Photobook jadi rekomendasi tempat cetak foto yang ku percaya untuk pembuatan portfolio makeupku. Dengan harga mulai 125.000 saja untuk ukuran mini sampai 350.000 untuk ukuran yang paling besar kalian sudah bisa dapat photobook berkualitas, desain kayak majalah, kualitas printing sangat oke, bisa cetak foto dari HP pula. Nggak pengen bikin portfolio, foto-foto kenangan kalian bersama orang-orang tersayang juga bisa diabadikan dalam photobook. Aku rekomendasiin banget ID Photobook sebagai tempat cetak foto yang recommended buat kalian yang pengen bikin photobook. 


     ID PHOTOBOOK     

     WEBSITE     

     SOSIAL MEDIA     







Sunday, December 03, 2017

Blog 101 - Ide Foto Produk Menggunakan Hiasan Dinding

Ide Styling Foto Produk
Sebagai influencer, kita dituntut untuk minimal tahu tentang fotografi karena foto adalah aspek paling penting agar pembaca tertarik dan mau melihat ulasan yang kita buat. Ga terbatas di blog saja, coba lihat deh Instagram. Disana lebih banyak lagi influencer yang bersaing memamerkan foto terbaik mereka. Selain OOTD (Outfit Of The Day) dan FOTD (Face Of The Day), foto yang sering diposting dan diminati sekarang ini adalah foto produk. Dibandingkan OOTD dan FOTD, menurutku foto produk kesulitannya lebih tinggi karena kita harus pintar-pintar mengatur angle dan layout foto agar produk yang difoto enak dilihat. Kata kids jaman now, sekarang ini jamannya foto flatlay (angle dari atas, sudut 90 derajat). Di Instagram rame banget kan foto flatlay, malah ada banyak akun yang koleksi fotonya flatlay semua. Sebenernya foto produk yang menarik ga melulu harus flatlay loh. Ada kalanya pembaca bosan melihat kita terus menerus upload foto flatlay. Jangankan pembaca, kita yang ambil fotonya saja bosan. Selain flatlay, kadang perlu juga pengambilan foto dari angle berbeda. Foto bisa diambil dari 45 atau 60. Standar angle sudah ada, tapi sering ga sih kamu masih merasa kesulitan mencari ide penataan untuk pengambilan foto produk? Kesulitan muncul kalau layout atau aksesori pendukungnya sama melulu. Pakai bunga? Bolpoin? manik-manik? Lama-lama bosen juga. Kalau bosen sama aksesori atau barang-barang yang sering digunakan untuk dekorasi, kita juga bisa menggunakan barang lain seperti alat-alat tulis, pita, smartphone, bahkan hiasan dinding sebagai pemanis foto produk loh. Dekorasi foto pakai hiasan dinding? Gimana tuh? Nah, berikut ini aku share ide styling foto produk yang bisa kamu contoh menggunakan hiasan dinding. 


     Hiasan Dinding Sebagai Background Dengan Efek Bokeh     

Ide Styling Foto Produk
Source : Pinterest 

Hiasan dinding seperti lukisan cocok banget jadi background foto produk dengan efek bokeh (blur). Kalau dindingmu ada hiasan wallpaper lebih oke lagi. Atur jarak background dengan produk yang akan difoto. Kalau ukuran lukisannya besar, produk bisa diletakkan agak jauh kemudian atur fokus kamera ke produk yang akan difoto. Dan voila! Hiasan dinding dan apapun yang ada dibelakang produk akan muncul dengan efek bokeh. Selain fokusnya tetap di produk, hiasan dinding bisa mempermanis foto. Apapun jenis kamera dan lensanya, asalkan fokusnya ke produk yang di-highlight dan jaraknya jauh dari background kamu bisa kok menghasilkan foto dengan teknik ini. Untuk ketajaman bokeh-nya, kamu bisa atur dari setting kamera yang kamu punya. Bahkan smartphone yang sekarang ini beredar di pasaran sudah mendukung fitur bokeh. 



     Hiasan Dinding Sebagai Fokus Sekunder     

Ide Styling Foto Produk
Source : Pinterest 

Punya lukisan atau hiasan dinding yang dipunya ukurannya kecil? Kalau memakai tips sebelumnya, mungkin akan terasa sedikit kesulitan. Cara menyiasatinya adalah letakkan saja hiasan dinding didekat produk yang akan difoto. Fokus utamanya tetap di produk yang ada di depan, tapi kita tetap tertarik untuk melihat aksesori lain disekitar produk yang di-highlight. Dengan begitu foto produk ga terlihat membosankan. 


     Hiasan Dinding Untuk Foto Flatlay? Jadikan Alas Aja!    

Ide Styling Foto Produk
Source : Pinterest 

Kamu pecinta flatlay? Buat penggemar foto flatlay, tips yang satu ini ga boleh kelewatan nih. Pakai saja picture frame atau pigura yang kamu punya. Lepas kacanya dari frame dan hias alasnya. Kamu bisa tempelkan kertas bermotif kesukaan kamu disitu atau warnai alas foto di pigura dengan cat. Kamu bisa pakai pigura dari bahan apapun. Kalau mau di-customize warna piguranya, lebih baik pilih dari bahan kayu supaya gampang diwarnai. Sesuaikan model, ukuran, bahan dan warna pigura sesuai selera kamu. Letakkan produk yang mau difoto di dalam area piguranya. Produk yang akan difoto juga makin menarik perhatian karena batas dari pigura. Mudah, cepat dan simpel kan? 



     Punya Rak Dinding? Manfaatkan!     

Ide Styling Foto Produk
Source : Pinterest 

Hiasan dinding ga cuma pigura, lukisan, dan sejenisnya loh. Rak dinding termasuk hiasan dinding juga. Nah, sekarang kan lagi trend banget nih rak dinding yang simple dan minimalis. Kalau punya, manfaatkan saja. Letakkan produk yang akan difoto di rak, kemudian ambil fotonya dengan angle yang pas agar fokusnya tertuju di produk. Ga harus kelihatan raknya, kamu bisa zoom lensa kamera kamu ke produknya saja. Model rak yang kamu punya bagus dan ingin dipamerkan? Silahkan difoto sekalian sebagai pemanis dekorasi. 


Nah itu dia cara styling foto menggunakan hiasan dinding yang bisa ku-share. Ide foto bisa didapat dari mana saja, termasuk hiasan dinding. Apapun gaya foto produk yang kamu terapkan, usahakan semuanya punya cahaya yang cukup agar foto terlihat lebih menawan. Ngomong-ngomong soal hiasan dinding, kamu bisa cari berbagai jenis dan harga hiasan dinding yang bisa kamu pakai untuk styling foto di Matahari Mall loh. Semoga tips ini bermanfaat dan bisa jadi referensi kamu untuk ide mengambil foto produk ya. Selamat mencoba!


Sunday, June 11, 2017

Tips Blogging Produktif Dengan Smartphone-mu

Blogging Dengan Smartphone
Di jaman yang serba ketergantungan dengan internet, peran blog di Indonesia makin meningkat. Di blog kita bisa menemukan banyak topik yang dibutuhkan, contohnya gadget, kuliner, beauty, lifestyle, fashion, parenting dan masih banyak lagi. Sebagai orang yang peduli dan hobby dengan dunia kecantikan/ beauty enthusiast, pengalaman dan apa saja yang kuketahui tentang dunia kecantikan aku tuangkan ke blog yang kalian baca ini dengan harapan kalian yang membaca bisa terbantu dengan informasi yang aku berikan. 

Menjadi beauty blogger susah-susah gampang. Butuh effort dan kerja keras untuk menjaga blogku tetap produktif dan konten yang kubuat bermanfaat bagi orang banyak. Namun, bagi beberapa orang masih bingung dan kesulitan untuk menjaga blognya tetap produktif. Aku punya beberapa tips untuk kalian yang ingin produktif di blog, antara lain:

     Kalau ada waktu senggang, nge-blog-lah     
Sesedikit apapun waktumu, entah 2 jam, bahkan 15 menit sekalipun usahakan tetap nge-blog. Satu kalimat atau 2 kalimat sangat berperan. Di sela-sela aku lagi nonton tv pun, kalau ada mood nulis aku langsung usahakan nge-blog.

     Menentukan daftar tema blog post yang akan dibuat     
Menentukan tema sebelum membuat post tentunya sangat penting. Disamping fokus dengan blog post yang akan diulas, kita juga bisa menghemat waktu pengerjaan blogpost karena ulasannya ga melebar. Kalau misal mau review produk, fokus pada review saja. 

     Menentukan garis besar blog post yang akan diulas     
Setelah menulis tema, garis besar yang akan diulas juga ga kalah penting. Misal mau mereview produk. Tentukan apa yang mau direview. Misal kemasan produknya, aromanya, teksturnya, kesan penggunaannya, dll. Dengan adanya garis besar, membuat post semakin mudah karena tau apa saja informasi yang harus dicari.

     Siapkan foto-foto yang diperlukan jauh-jauh hari     
Dibanding menulis blog post, menurutku menyiapkan foto adalah faktor utama yang membuat para blogger kesulitan. Karena untuk mendapatkan foto ideal ga boleh asal-asalan. Biasanya blogger terkendala di lighting, apalagi yang bergantung pada natural lighting (cahaya matahari). Cahaya matahari yang bisa berubah-rubah kadang membuat frustasi. Terutama bagi yang masih sekolah/kuliah/kerja pasti kehilangan cahaya matahari selama 5-6 hari (yang membuat struggle luar biasa). Manfaatkan weekend untuk mengambil foto. Kalau cahaya matahari sedang oke-okenya, ambillah foto sebanyak mungkin yang bisa dibuat stok untuk 2-3 post yang akan datang atau lebih.

     Usahakan alat blogging standby didekatmu     
Alat blogging bisa berupa apa saja. Bisa berupa elektronik maupun tulis. Kalau kalian biasa blogging dengan laptop dan ga keberatan bawa laptop, bawa aja. Untukku pribadi, aku lebih suka membawa notes kemana-mana untuk mencatat list-list dan keperluan bloggingku. Kalau ide blogging bagus tiba-tiba muncul bisa langsung dicatat. Baik ide, tema blog, garis besar blog, even jadwal deadline posting kutulis semua disitu. Kalau kalian punya kamera yang compact dan bisa dibawa kemana-mana, silahkan juga dibawa. Siapa tahu kalian bisa mendapatkan foto bagus untuk blog di tempat dan waktu yang ga terduga. 1 alat blogging yang ga boleh ketinggalan adalah smartphoneku. Kalau aku mood nulis atau deadline sudah mepet dan ga memungkinkan untuk buka laptop (laptop jauh dari kalian, ada dirumah misalnya), aku bisa langsung nulis di smartphone. 




Karena aku ga bisa standby dengan laptop dan kamera, aku cuma bisa mengandalkan notes dan smartphone. But believe me, bekal notes aja ga cukup. Seperti yang kubilang sebelumnya, kalau kejadiannya deadline posting mepet, ga mungkin kan aku lari-lari pulang atau cari warnet (plis deh..). Maka dari itu akhir-akhir ini aku sangat ketergantungan dengan smartphoneku. Aku bisa edit dan langsung publish post disana. Untuk menunjang aktifitas sehari-hari terutama blogging, aku harus cermat dalam memilih smartphone dan yang pas dengan kebutuhanku adalah smartphone OPPO F1s. 


Apa sih keunggulan OPPO F1s untuk blogging?

Mempunyai kamera depan 16 Mega Pixel dan kamera belakang 13 Mega Pixel

Blogging Dengan Smartphone
Blogging Dengan Smartphone
Bagi blogger, kamera itu penting banget. Apalagi saat event dan ribet bawa DSLR yang super berat. Cukup pakai smartphone, mau pakai selfie bareng temen pakai kamera depan atau kamera belakang ga susah lagi.


Punya layar 5.5 inci yang responsive

Layar 5.5 inchi ideal untuk penggunaan sehari-hari dan juga blogging. Layar yang responsive juga memudahkanku untuk blogging lewat smartphone.


Multitasking Lancar dan Mulus dengan RAM 3 GB

Multitasking cepat dan lancar sangat aku butuhkan karena aku sering membuka sosial media, email, browser, dan lain-lain dalam 1 waktu. Kadang aku barengi dengan gaming juga. Smartphone bebas lagging buat mood meningkat, jadi ga malas-malasan nulis blog di smartphone.


Kalau sudah punya smartphone idaman yang bisa menunjang semua aktivitas kalian, ga ada alasan lagi buat malas-malasan nge-blog. Kalau smartphone bisa dimanfaatkan, why not? Oya, smartphone OPPO di MatahariMall.com sedang diskon loh. Pilih smartphone yang sesuai keinginan, kebutuhan, dan juga budgetmu. Semoga tips ini bermanfaat dan semoga kalian bisa menjadi blogger yang lebih produktif kedepannya!
Use code GADZOTICA10 to get 10% OFF

© Copyrighted and Designed by . All rights reserved.